|
Sekilas Tentang ANIMATION
ANIMATION ATAU ANIMASI BUKAN HANYA KARTUN.
Tak semua cocok untuk orang, ada pendapat keliru mengenai film animasi atau yang lebih dikenal dengan
sebutan film kartun, kebanyakan orang beranggapan kartun hanyalah tontonan anak-anak. Padahal tidak
semua adegan dan karakter tokoh animasi cocok untuk penonton anak-anak. Bahkan film animasi dengan adegan
porno atau yang lainnya sejenis adegan amoral banyak beredar dipasar gelap VCD.
(Penulis sugriwo atau griwo - Menoreh Tengah/Raya 30 Semarang Jawa Tengah).
Masyarakat memang lebih mengenalnya sebagai film kartun ketimbang film animasi. Film jenis itu juga selalu di
konotasikan sebagai tontonan lucu dan menghibur. Semua itu tak lepas dari sejarah kelahirannya. Riwayat film animasi
sama tuanya dengan sejarah gambar hidup itu sendiri. Berkat jasa Walt Disney, film itu tampil sebagai tontonan yang
sangat populer, baik lewat layar bioskop maupun televisi. Lewat tokoh legendaris ciptaannya Mickey Mouse dan Donal
Duck, film animasi kemudian lebih dikenal sebagai film kartun. Kata kartun berasal dari bahasa Inggris cartoon yang
berarti gambar yang lucu. Jadi sebuah film kartun sebenarnya hanya pas untuk film produk Walt Disney, yang
memang menampilkan tokoh-tokoh dengan bentuk, perilaku dan dialog yang kocak. Meski anak-anak tegang
saat menonton. Film anmiasi kini mengalami perkembangan luar biasa. Temanya tidak selalu lucu, Walt Disney pernah
merajai pasaran animasi dengan memproduksi tema-tema mengharukan macam Cinderella, The Hunchback of Notredam, Snow White, Sleeping Beauty dan Alice in the Wonderland. Bahkan tak sedikit pula film yang menampilkan kisah petualangan yang menegangkan, contohnya : Atlantis, The Lost Empire. Film yang menyajikan gambar animasi
yang sangat hidup itu meraih sukses ketika diputar di bioskop mancanegara. Namun pemasaran di Indonesia kurang
bagus. Penonton disini masih lebih menyukai aktor sungguhan ketimbang gambar coret, namun berarti tak ada di pasar
film animasi di Indonesia. Film jenis itu, terutama produksi Jepang, saat ini mendominasi tayangan televisi dengan
segmen penonton anak-anak dan banyak beredar dalam bentuk VCD. Film animasi sekarang tidak hanya
menghidupkan hasil coretan tangan, yang dianimasikan juga boneka (The Muppets Show dan Si Unyil) serta gambar
digital yang disebut animation (animasi) matriks atau animasi (toys Story). Karena memberikan keleluasaan berkreasi
tidak terbatas, teknis animasi sering dipakai sutradara membuat adegan-adegan berbahaya atau lokasi
kejadian yang sulit ditemukan di alam nyata. Bahkan bintang film sungguhan dan tokoh animasi bisa main
bersama dalam satu film seperti Who Framed Roger Rabbits (1989). Animasi lukisan tangan masih dianggap
menjanjikan keragaman, kreasi dan karakter tokoh. Namun untuk membuat adengan elbih nyata para sutradara kini
memadukan berbagai teknik animasi sekaligus. Dalam film atau misalnya dalam lukisan tangan yang menghasilkan
gambar dua dimensi dipadukan dengan animasi matriks untuk menciptakan efek tiga dimensi, Selain mengerahkan belasan pelukis gambar
dan programmer komputer, sutradara juga merekrut ahli astronomi dan pakar militer untuk menghidupkan perang antar galaksi, hasilnya gerak tokoh
dan ekspresi wajah para tokoh dan bentuk pesawat antariksa dalam film itu terlihat sangat nyata. Makin banyak lukisan yang dibuat untuk satu adegan,
gambar yang dihasilkan secara cermat. Semua gambar ekspresi wajah tokoh yang dibutuhkan skenario film juga harus disiapkan lebih awal. Dengan
konsekwensi biaya yang dikeluarkan juga makin besar. Karena itu untuk mengangkat nilai komersial film animasi, aktor dan aktris terkenal dikontrak
sebagai dubber (pengisi suara). Misalnya Michael J Fox (Atlantis), Drew Barymore (Titan) serta Mike Myer, Eddy Murphy dan Cameron Diaz (Shreck).
Tak jarang pula film animasi dilengkapi lagu-lagu dari penyanyi dan grup band terkenal. Dengan tata warna indah dan tata suara Dolby Stereo, tak sedikit
film animasi tampil lebih menakjubkan ketimbang film yang dimainkan aktor sungguhan. (Ditulis di Semarang, seputar Tugu Muda dan Simpang Lima Semarang, Sugriwo
alias griwo, Sukorejo Giritirto Kabupaten Wonogiri Sukses, Jl. Kepodang IV
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

|